Tabung Gas Lapangan, bisa diisi ulang?

[rotatingscout] sebenernya agak bingung mau nyebut tabung gas portable mengingat konsumsi bahan bakar Rumah Tangga menggunakan tabung berukuran 3 kg, jadi bisa digotong-gotong XD (portable : noun; adj). So, yang mau jadi fokus pembicaraan kita pagi ini adalah tentang tabung Liquified Buthane Can atau kaleng gas buthane ( yah kita sebut saja Tabung Gas Lapangan atau TGL) yang biasa dipake untuk masak para petualang. Harga satu kaleng bahan bakar ini cukup mahal memang, hampirĀ  17 ribu rupiah per kaleng.

Akibat harganya yang mahal, namun sangat difavoritkan untuk kemudahan saat dibawa kemping. Muncul sebuah gagasan “Isi ulang TGL” yang marak dan di klaim “PASTI PAS” (mirip selogan apah yaaa? *mikir keras* ). Nah kami mencoba klarifikasi ke salah seorang praktisi dibidang ilmu keteknikan di rotatingscout (iya dong, punya sumber masa gak dimanfaatkan). Menurut Radius Arianto (pimpinan rotatingscout.com) sejatinya tabung gas memang dirancang untuk diisi ulang, itulah kenapa dibuat dari material yang sulit rusak (contohnya logam). Prinsipnya gas dikemas dalam tabung memenuhi Hukum persamaan gas ideal, yaitu :

[well]p.v = n.R.T[/well]

hehehe, ada yang masih ingat pelajaran kimia dasar SMA? dimana p = Pressure (tekanan);v = volume (isi); n = molaritas; R = konstanta gas ideal (0.00874 mol/^K) dan T = Temperature (suhu).

Dari persamaan diatas, kita mengetahui bahwa volume ( v ) akan dipengaruhi oleh tekanan ( p ) dan suhu ( T ) berbanding ideal dengan konstanta pengalinya apapun. Waduh, mulai deh bingung, ya gini deh mimin sederhanakan. Kita punya Keril Volumenya ( v ) 50 Liter, kalo kita isi Sleeping Bag yang dalam kondisi belum dirapihkan ( digelar), saat kita masukan kedalam, keril pasti akan terlihat penuh dong. Namun ketika kita ingin memasukan barang-barang lain kedalam keril tersebut, kita pasti menekan-nekan ( P ) SB sampe ada ruang lebih untuk memasukan semua barang-barang kita. Kita anggap suhu ( T ) saat kita melakukan pekerjaan ini sama, yaitu suhu gunung 20*c…hehe

Bedanya kalau gas, ketika diberikan tekanan dengan suhu yang sama, dia akan berubah fase (bentuk) menjadi cair. Ketika ia berbentuk gas, volume ia akan memenuhi seluruh ruangan ( ingat sifat gas saat kimia dasar SMA, hayooo), namun ketika ia berbentuk cair, ia akan tertimbun mengikuti gravitasi.

“Nah kalo begitu TGL bisa diisi ulang dong?” jawabannya BISA. Tapi dengan memenuhi beberapa kondisi diatas tadi gais. “Kalau yang diisi menggunakan tabung LPG bagaimana min?” sebenernya orang yang melakukan pengisian TGL dengan gas LPG rumahan sah sah saja menyatakan “isi dijamin penuh” iya memang penuh…namun apa menjamin “Durasi” pemakaian gas? bisa saja kita pakai memasak 10 atau 15 menit, kemudian sudah habis. Sedangkan gas yang baru pertama kali dibeli, Sejauh pengalaman mimin, bisa dipakai untuk memasak tiga kali pendakian dengan durasi memasak Nasi 1Liter (40 menit), Masak Air 500ml (10 Menit) di setiap pendakiannya.

[well]Tips Menghemat Gas[/well]

Well, percuma dong kalo bikin artikel tapi gak dikasih tips cara menghemat. Nah cara dibawah ini mungkin bisa kalian gunakan untuk menghemat tabung gas kalian selama pendakian.

Usahakan jangan sampai menghilangkan tutup kaleng gas. Kadang didalam keril, knop (selang kecil pada ujung tabung gas) akan tertekan akibat gerakan kita. Sehingga kebocoran gas akan membuat stok gas kita menipis.

Cari area yang cukup sedikit terkena angin saat memasak. Memasak membutuhkan fokus panas pada bidang atau media, dan panas ini bisa hilang akibat terpaan angin. Memilih kompor dengan pelindung angin juga bisa menjadi pilihan.

Bawa bahan bakar cadangan. Mungkin kalian bisa menggunakan kompor lapangan TNI yang berbentuk seperti kaleng untuk menjadi kompor masak, dan bahan bakar padat sebagai bahan bakarnya.

Nah perihal milih beli baru atau isi ulang, silahkan itu jadi pertimbangan pribadi, mimin memberikan bantuan berupa pengetahuan untuk disebar luaskan. Oh iya, jangan lupa selesai penggunaan kaleng gas diberi lubang ya. Kadang dalam tabung, masih tersisa gas, sehingga saat didaur ulang, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (meledak misalnya) demikian, semoga membantu.

4 Replies to “Tabung Gas Lapangan, bisa diisi ulang?”

  1. Min, saya mau bertanya, agak sedikit beda topik. Bedanya admin di sini ngebahas gas lapangan sedangkan yang ingin saya tanyakan mengenai kaleng gasnya. Apakah “tombol” saluran pengeluaran gas pada kaleng gas bisa diganti bila patah? Kasusnya, tombol pada kaleng pengharum ruangan saya patah dan sepertinya terpendam masuk ke bagian dalam kaleng yang kebetulan isinya masih banyak. Mungkin admin tau dan punya solusinya? Sekali lagi mohon maaf pertanyaan saya benar-benar di luar konteks. Terima kasih.

    1. Selamat pagi kak, terima kasih sudah mampir ke toko perlengkapan outdoor kami. Menyimak pertanyaan kakak dan setelah kami diskusikan dengan tim Adventure and Engineering Rosco, hal tersebut sulit untuk dicarikan solusinya selain direlakan. Mengapa demikian, karena tombol saluran pengeluaran tersebut patah. Namun kami juga bingung dengan asumsi “sepertinya terpendam masuk ke bagian dalam kaleng” karena jika hal tersebut terjadi, seharusnya isi pengharum ruangan akan keluar terus menerus akibat klep terbuka.
      Demikian kiranya kak, mohon maaf tidak bisa membantu memberikan solusi yang lebih baik. Jabat Erat, ^^

  2. Dek mau tanya, adik jual alat untuk pengisian gas ke tabung LPG kah? Kalau jual berapa dan komponennya apa saja? Tanks. P Petrus Palangkaraya kalteng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *