Kraton Kaibon,jejak sejarah kesultanan banten lama. Leave a comment

[rotatingscout.com] Bagi yang berkunjung ke serang-banten, mungkin kalian akan bertanya destinasi apa yang dimiliki kota ini selain pantai-pantai putihnya? Melalui artikel satu ini, kami hendak berbagi pengalaman jalan-jalan #srikandiROSCO yang menjelajahi satu destinasi yang patut menjadi saksi sejarah besarnya nama Sulta Maulana Hasanudin, hingga penghianatan oleh putra mahkota yang berujung kehancuran keraton kaibon.

Bicara destinasi, maka mungkin kami akan memulai membahas serang dari Inti segala sesuatu, inti dimana sebuah pemerintahan dijalankan dari tempat ini sehingga menjadi tonggak awal mula penyebaran agama islam di banten.

Kraton Kaibon, Saksi yang runtuh termakan waktu

Komplek Kraton Kaibon terletak di Jalan Raya Serang – Karanghantu, posisinya yang tepat berada diseberang jalan raya ini akan tampak begitu kita hendak menyebrangi sungai cibanten. Mungkin akan sedikit tersamarkan dengan beberapa ruko lusuh, pengemudi becak dan beberapa truk pengangkut kayu glondongan. Namun bangunan ini masih bisa dikenali dari kejauhan.

Kompleks Kraton Kaibon, Serang – Banten

Bangunan ini terletak di kampung kroya, desa kasunyatan, kecamatan kasemen, kota serang – banten, dibangun sebagai tempat tinggal kesultanan banten, Sultan syaifudin (1809 – 1813). Komplek bangunan yang terbuat dari batubata dengan arseitektur hindu, menjadikan kompleks ini termasuk kedalam cagar budaya sejak tahun 1998.

Jika dibandingkan dengan bangunan kraton lain yang ada di jogja dan solo, maka kraton kaibon merupakan satu-satunya kraton yang tidak bisa dipertahankan lama akibat campur tangan dari pemerintah Hindia Belanda yang sempat menjajah Nusantara. Sejak dihapuskannya kesultanan banten pada tahun 1816, komplek ini dijadikan pusat pemerintahan Bupati Banten Pertama Aria Adi Santika sebelum akhirnya pada tahun 1832 bangunan ini dibongkar dan menyisakan hanya beberapa bagian tembok, selasar serta dua buah gapura yang menurut ahli sejarah, gapura ini memiliki nilai sakral.

Tangga menuju Bentar,sebuah area sakral antara dua gapura.

 

Destinasi wisata ini tidak terlalu ramai dibandingkan dengan komplek ziarah sultan maulana hasanudin dan masjid agung banten dimana terdapat menara yang menjadi ikon kebanggan provinsi yang resmi berpisah dari jawa barat sejak tahun 2000.

Untuk menuju destinasi ini, kita bisa menggunakan angkutan umum dari terminal pakupatan atau simpang pocis, menuju pelabuhan karanghantu. Dimana kami sempat menuliskan pada artikel sebelumnya bahwa di pelabuhan ini kita bisa menyebrang ke pulau tiga, pulau lima atau pulau tunda untuk melakukan wisata snorkel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *